Flower in your heart

Flower in your heart

Selasa, 20 September 2011

DenganNya kutemukan cinta

DenganNya kutemukan jawaban
Atas pernyataan yang membelenggu
Tentang aku dan dirimu


Dia ajarkan indah padaku
Lebih indah dari bintang yang mewarnai langit
Dia yang berikan cinta
Cinta yang tak mungkin kudapat darimu
Dia yang kirimkan senja
Yang tak kan hilang terkikis malam


Dia yang menjawab tiap doa
Dia yang selalu dekat
Dia yang selalu ada
Untuk Dialah aku hidup
Untuk cinta dan ridhoNya



Rabu, 07 September 2011

Langit Jingga

Dalam puisi kutulis ejamu
Melantun mesra dari biola sendu
Terbayang senyum renyahmu
Menjadi pelangi untuk malamku

Kau, yang menyentuh retakan hati
Pengobat luka kenangan lalu
Memberi candu rindu 
Yang lama terselip di lorong semu

Langit jinggaku
Masih kutulis puisi untukmu
Masih kusebut namamu dalam doa
Masih menunggu hingga pagi menghitam
Cahaya jingga yang menjemput lembayung

Selasa, 06 September 2011

Merindu Pagi

Aku merindu pagi
Ketika surya menyusup dari balik awan hitam
Angin semilir berbisik
Mengirimkan embun pada daun rambutan


Aku merindu pagi
Mencium wangi tanah hujan semalam
Merasakan dingin
Merasuk sukma


Sujudku untuk_Nya
Sang Pemilik Pagi

Aku dan Kerinduanku

Masih mekar, bunga di sudut hati
Terlukis indah oleh tangan Sang Maha Kasih
Kau yang berikan rasa
Tentang manisnya jingga
Kusimpan dalam kenangan dan harapan abu-abu

Aku dan kerinduanku
Untukmu yang mencintai_Nya
Yang menebarkan indah 
Di kelopak bunga azalia

Aku dan kerinduanku
Kusampaikan salam pada angin
Yang berhembus di sela daun willow
Sejuk, seperti senyummu

Aku dan kerinduanku
Selalu menunggumu
Sebagai pelabuhan terakhir
Yang membawaku kepada_Nya

Rabu, 17 Agustus 2011

Dia

Dia
Seperti badai di gurun tandus
Bergelur bersama butiran pasir
Menebarkan kering di kerongkongan


Seperti duri mawar ungu
Yang tertanap di kaki lebah yang merindukan ratunya


Seperti besi yang terpasang di leher burung pincang
Terperangkap dalam gerak yang terbatas


Dia
Seperti ingin tapi tak ingin
Seperti berharap pada ketidakpastian
Seperti aku tanpa dia

Cangkir Retak

Aku seperti cangkir retak
Terkikis oleh paitnya jaman
Masih kubaca nyanyian ilalang
Yang mencari angin di nada seruling sumbang
Dan sedikit nafas yang memburu udara
Ku tahu kau tetap terlelap oleh mimpi tak berujung
Hingga nyanyian itu tak terbaca olehmu
Maka kutulis namamu pada tubuhku
Dalam tinta darah dari puing gelas retak
Menyentuh lilin jiwa
Mencari lembayung senja

Senin, 01 Agustus 2011

Nyanyian hujan


Dua kupu-kupu menari di kelopak hitam kamboja
Di antara nisan-nisan Cina tak bernyawa
Dan sebuah jiwa pembawa mawar putih

Tak mengertikah dia langit tak lagi berwarna
Sembari meneteskan air-air kehidupan
Tak mengertikah dia nisan tak lagi terbuka
Meniupkan jiwa-jiwa yang terusir dari dunia

Hujan mulai menyanyi
Mengalunkan nada-nada sumbang di setiap tetesannya
Mengalirkan kesedihan si pembawa mawar putih
Mengisi jiwa yang telah lama mati