Flower in your heart

Flower in your heart

Rabu, 17 Agustus 2011

Dia

Dia
Seperti badai di gurun tandus
Bergelur bersama butiran pasir
Menebarkan kering di kerongkongan


Seperti duri mawar ungu
Yang tertanap di kaki lebah yang merindukan ratunya


Seperti besi yang terpasang di leher burung pincang
Terperangkap dalam gerak yang terbatas


Dia
Seperti ingin tapi tak ingin
Seperti berharap pada ketidakpastian
Seperti aku tanpa dia

Cangkir Retak

Aku seperti cangkir retak
Terkikis oleh paitnya jaman
Masih kubaca nyanyian ilalang
Yang mencari angin di nada seruling sumbang
Dan sedikit nafas yang memburu udara
Ku tahu kau tetap terlelap oleh mimpi tak berujung
Hingga nyanyian itu tak terbaca olehmu
Maka kutulis namamu pada tubuhku
Dalam tinta darah dari puing gelas retak
Menyentuh lilin jiwa
Mencari lembayung senja

Senin, 01 Agustus 2011

Nyanyian hujan


Dua kupu-kupu menari di kelopak hitam kamboja
Di antara nisan-nisan Cina tak bernyawa
Dan sebuah jiwa pembawa mawar putih

Tak mengertikah dia langit tak lagi berwarna
Sembari meneteskan air-air kehidupan
Tak mengertikah dia nisan tak lagi terbuka
Meniupkan jiwa-jiwa yang terusir dari dunia

Hujan mulai menyanyi
Mengalunkan nada-nada sumbang di setiap tetesannya
Mengalirkan kesedihan si pembawa mawar putih
Mengisi jiwa yang telah lama mati

Jumat, 29 Juli 2011

Cerita Malam



Langit menghitam dengan bintik-bintik bintang
Tidak ada yang menarik karena bulan tak tersenyum
Setan-setan malam berputar di atas pemabuk gila
Menyuapi kelembutan botol-botol berdosa

Gadis itu masih di sana
Memandangi lelaki tua berdasi merah muda
Menelusuri lekuk-lekuk tubuh
Merampok jiwa pemiliknya

Anjing-anjing menggonggong sumbang
Mengikuti musik yang masih mengalun
Bersama tubuh-tubuh tanpa jiwa
Meneriaki malam
Membunuh kelam

Rabu, 27 Juli 2011

Kebaya Merah

Kebaya merah sempurna membalut tubuh
Menutupi setiap lekuk yang terahasiakan
Berdiri aku bagai mawar merah tak berduri
Dengan senyuman dari bibir yang senada

Kau bawaku ke ujung lorong
Menyusun kata-kata gaib di pikiranmu
Membisikannya mesra di telinga
“kamu cantik”
Bergema bagai genderang
Mengikuti detak jantung tak berirama

Senyum pun makin mengembang dari bibir yang senada

Selasa, 05 Juli 2011

Pertemuan Singkat

Ada yang berbeda,,,
Aku merasa percaya diri sekarang,,,
Tidak seperti kemarin, tidak lagi,,,,,
Seperti perasan lega,
seperti melemparkan batu yang mengganjal perjalanan hidupku,,,,
Aku merasa tenang,,,,

Mungkinkh ini sesuatu yang kudapat seminggu kemarin?
Sebuah kesabaran, keikhlasan, ketulusn,,,
Terimakasih untuk waktu yang singkat tp penuh kenangan
penuh pelajaran
penuh hikmah

Entah kapan kita dapat bertemu lagi
Aku pun tak dapat berjanji
Tapi, ku harap pertemuan singkat ini, akan selalu kau ingat
Menjadi sebuah tali pengikat antara kita,,, selamanya

Untuk semua adek2ku dan  teman2ku di PAR 22

Semoga silahturahmi tetap terjaga,,,,,

Minggu, 05 Juni 2011

kesedihan itu,,,,

"kau masih mencintainya, karena setiap kau menyebut namanya, matamu tidak berubah, tetap sama, ketika kau mulai mencintainya,,,"


Seseorang berkata begitu denganku,, dan aku mulai menyerah untuk berpura-pura tidak menyukainya.
"Kau masih mencintainya" 
Ya.
Itu adalah sebuah kebenaran yang tidak mungkin aku bisa menyangkalnya.
Lalu kenapa aku terus membohongi setiap orang, berkata pada mereka, "aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja" dengan senyum yang sangat aku paksakan.
Aku hanya ingin menyelesaikan ini,,, walau aku tak tahu selesai bagaimana yang aku inginkan, 


Jujur aku lelah, aku lelah mencintainya, karena ketika aku mencintainya aku harus berpura-pura tidak mencintainya. 


Awalnya aku sangat takut semua akan hancur,,,
persahabatan kita,,,
Aku menutupi semua darimu, dengan begitu semua akan baik-baik saja.
Tapi toh semua sudah hancur walau aku tutupi serapat mungkin, walau aku harus bertahan dengan kata "teman" di antara kita, toh kata itu pun telah berakhir sekarang. lalu aku ini apa?


Kau tak pernah tahu, bagaimana rasanya sendiri, walau di sekelilingmu banyak orang,, dan aku rasakan itu ketika kau pergi. 
Kau tak pernah tahu bagaimana pandangan setiap orang yang berkata "Itu salahmua?" menyalahkanku karena merusak semuanya
Apa aku salah mencintai sahabatku sendiri? Salah?
Kau tak pernah tahu rasanya menangis sendirian, tak ada seseorang yang menenangkanmu ketika itu, kau tak pernah tahu


Apa sih yang kau rasakan saat itu? apa kau sedih seperti aku? atau biasa saja?
Sebegitu tidak berartinya aku untukmu,,,?


Mengapa kalau aku membencimu, aku masih menangis ketika aku menulis ini, kenapa aku menangis?


Aku hanya ingin selesai,,, aku ingin bahagia, seperti kamu di sana,,,,,


Aku ingin bisa menjawab setiap pertanyaan yang selalu muncul dari hatiku setiap memikirkanmu....